Allah sama
sekali tidak menelantarkan manusia, tanpa memberi kepadanya sebersit wahyu dari
waktu ke waktu, yang membimbingnya ke jalan petunjuk, sehingga mereka dapat
menempuh liku-liku hidup dan kehidupan ini atas dasar keterangan dan
pengetahuan. Namun mengingat akal manusia pada awal fase perkembangannya tidak
melihat sesuatu yang lebih dapat menarik hati selain mukjizat-mukjizat alamiah
yang hissi (indrawi), karena akal mereka belum mencapai puncak
ketinggian dalam bidang pengetahuan dan pemikiran.
Makalah ILMU I’JAZUL QUR’AN
Related Articles
If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.

