1. arus listrik
yaitu mengalirnya elektron dengan terus-terusan serta berkaitan pada konduktor disebabkan perbedaan jumlah elektron pada sebagian lokasi yang jumlah elektronnya berbeda. satuan arus listrik yaitu ampere.
arus listrik bergerak dari terminal positif ( + ) ke terminal negatif ( - ), namun aliran listrik didalam kawat logam terdiri dari aliran elektron yang bergerak dari terminal negatif ( - ) ke terminal positif( + ), arah arus listrik dikira berlawanan dengan arah gerakan elektron.
“1 ampere arus yaitu mengalirnya elektron sejumlah 624x10^16 ( 6, 24151 × 10^18 ) atau sama juga dengan 1 coulumb per detik melalui satu penampang konduktor”
formula arus listrik yaitu :
i = q/t ( ampere )
di mana :
i = besarnya arus listrik yang mengalir, ampere
q = besarnya muatan listrik, coulomb
t = waktu, detik
2. kuat arus listrik
yaitu arus yang bergantung pada banyak sekurang-kurangnya elektron bebas yang geser melalui satu penampang kawat didalam satuan waktu.
definisi : “ampere yaitu satuan kuat arus listrik yang bisa memisahkan 1, 118 mg perak dari nitrat perak murni didalam satu detik”.
rumus – rumus untuk menghitung banyaknya muatan listrik, kuat arus serta waktu :
q = i x t
i = q/t
t = q/i
di mana :
q = banyaknya muatan listrik didalam satuan coulomb
i = kuat arus didalam satuan amper.
t = waktu didalam satuan detik.
“kuat arus listrik biasa juga dimaksud dengan arus listrik”
“muatan listrik mempunyai muatan positip serta muatan negatif. muatan positip dibawa oleh proton, serta muatan negatif dibawa oleh elektro. satuan muatan ”coulomb ( c )”, muatan proton +1, 6 x 10^-19c, namun muatan elektron -1, 6x 10^-19c. muatan yang bertanda sama saling tolak menampik, muatan bertanda tidak sama saling tarik menarik”
3. rapat arus
difinisi :
“rapat arus adalah besarnya arus listrik masing-masing mm² luas penampang kawat”.
arus listrik mengalir didalam kawat penghantar dengan merata menurut luas penampangnya. arus listrik 12 a mengalir didalam kawat berpenampang 4mm², maka kerapatan arusnya 3a/mm² ( 12a/4 mm² ), saat penampang penghantar mengecil 1, 5mm², maka kerapatan arusnya jadi 8a/mm² ( 12a/1, 5 mm² ).
kerapatan arus punya pengaruh pada kenaikan temperatur. suhu penghantar dipertahankan lebih kurang 300°c, di mana kekuatan hantar arus kabel telah ditetapkan didalam tabel kekuatan hantar arus ( kha ).
menurut tabel kha kabel pada tabel di atas, kabel berpenampang 4 mm², 2 inti kabel mempunyai kha 30a, mempunyai kerapatan arus 8, 5a/mm². kerapatan arus berbanding terbalik dengan penampang penghantar, makin besar penampang penghantar kerapatan arusnya mengecil.
rumus-rumus di bawah ini untuk menghitung besarnya rapat arus, kuat arus serta penampang kawat :
j = i/a
i = j x a
a = i/j
di mana :
j = rapat arus a/mm²
i = kuat arus amp
a = luas penampang kawat mm²
4. tahanan serta daya hantar penghantar
penghantar berbahan metal gampang mengalirkan arus listrik, tembaga serta aluminium mempunyai daya hantar listrik yang tinggi. bahan terdiri dari himpunan atom, tiap-tiap atom terdiri proton serta elektron. aliran arus listrik adalah aliran elektron. elektron bebas yang mengalir ini memperoleh kendala waktu melalui atom sebelahnya. mengakibatkan berlangsung gesekan elektron denganatom serta ini mengakibatkan penghantar panas. tahanan penghantar mempunyai karakter menghalangi yang berlangsung pada tiap-tiap bahan.
tahanan didefinisikan seperti berikut :
“1 Ω ; ( satu ohm ) yaitu tahanan satu kolom air raksa yang panjangnya 1063 mm dengan penampang 1 mm² pada temperatur 0° c
daya hantar didefinisikan seperti berikut :
“kemampuan penghantar arus atau daya hantar arus namun penyekat atau isolasi yaitu satu bahan yang memiliki tahanan yang besar sekali hingga tidak memiliki daya hantar atau daya hantarnya kecil yang bermakna amat sukar dialiri arus listrik”.
rumus untuk menghitung besarnya tahanan listrik pada daya hantar arus :
r = 1/g
g = 1/r
di mana :
r = tahanan/resistansi Ω ;/ohm
g = daya hantar arus /konduktivitas y/mho
tahanan penghantar besarnya berbanding terbalik pada luas penampangnya serta juga besarnya tahanan konduktor cocok hukum ohm.
“bila satu penghantar dengan panjang l, serta diameter penampang q dan tahanan type ρ ; ( rho ), maka tahanan penghantar tersebut adalah” :
r = ρ ; x l/q
di mana :
r = tahanan kawat Ω ;/ohm
l = panjang kawat meter/m l
ρ ; = tahanan type kawat Ω ;mm²/meter
q = penampang kawat mm²
faktot-faktor yang merubah nilai resistant atau tahanan, dikarenakan tahanan satu type material amat bergantung pada :
• panjang penghantar.
• luas penampang konduktor.
• type konduktor.
• temperatur.
tahanan penghantar di pengaruhi oleh temperatur, saat temperatur meningkat ikatan atom semakin meningkat mengakibatkan aliran elektron terhalang. karena kenaikan temperatur mengakibatkan kenaikan tahanan penghantar
5. mungkin atau tegangan
mungkin listrik yaitu fenomena berpindahnya arus listrik disebabkan lokasi yang tidak sama potensialnya. dari perihal tersebut, kita tahu ada perbedaan mungkin listrik yang kerap dimaksud “potential difference atau perbedaan potensial”. satuan dari potential difference yaitu volt.
“satu volt yaitu lain mungkin pada dua titik waktu lakukan usaha satu joule untuk memindahkan muatan listrik satu coulomb”
formulasi lain mungkin atau tegangan yaitu :
v = w/q volt
di mana :
v = lain mungkin atau tegangan, didalam volt
w = usaha, didalam newton-meter atau nm atau joule
q = muatan listrik, didalam coulomb
rangkaian listrik
pada satu rangkaian listrik dapat mengalir arus, jika dipenuhi kriteria seperti berikut :
1. ada sumber tegangan
2. ada alat penghubung
3. ada beban
pada kondisi sakelar s terbuka maka arus tak lagi mengalir melewati beban. jika sakelar s ditutup maka dapat mengalir arus ke beban r serta ampere mtr. dapat menunjuk. dengan kata lain syarat mengalir arus pada satu rangkaian mesti tertutup.
1. cara pemasangan alat ukur.
pemasangan alat ukur volt mtr. dipasang paralel dengan sumber tegangan atau beban, dikarenakan tahanan didalam dari volt mtr. amat tinggi. sebaliknya pemasangan alat ukur ampere mtr. dipasang seri, perihal inidisebabkan tahanan didalam dari amper mtr. amat kecil.
“alat ukur tegangan yaitu voltmeter serta alat ukur arus listrik yaitu amperemeter”
2. hukum ohm
pada satu rangkaian tertutup, besarnya arus i beralih sepadan dengan tegangan v serta berbanding terbalik dengan beban tahanan r, atau dinyatakan dengan rumus :
i = v/r
v = r x i
r = v/i
di mana ;
i = arus listrik, ampere
v = tegangan, volt
r = resistansi atau tahanan, ohm
• formula untuk menghtung daya ( p ), didalam satuan watt yaitu :
p = i x v
p = i x i x r
p = i² x r
3. hukum kirchoff
pada tiap-tiap rangkaian listrik, jumlah aljabar dari arus-arus yang bersua di satu titik yaitu 0 ( Σ ;i=0 ).
lantas :
i1 + ( -i2 ) + ( -i3 ) + i4 + ( -i5 ) = 0
i1 + i4 = i2 + i3 + i5
Dasar Elektronika
Related Articles
If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.

.jpg)
